Wednesday, 2 September 2015

9 Kemampuan Hebat yang Dimiliki Semua Pengguna Linux SEKALIPUN NEWBIE BANGET!

Aku selalu terkesima dan kagum pada orang-orang yang “berani” menggunakan linux sebagai sistem operasi di komputer mereka. Diakui atau tidak, sampai hari ini sistem operasi linux masih konsisten menjadi OS minoritas yang jarang digunakan oleh sekian juta pengguna komputer. Bahak tak sedikit yang tak menyadari bahwa gadget Android yang ada digenggaman mereka adalah salah satu produk yang berjantung Linux.
Menjadi kelompok minoritas tak mudah. Selalu saja ada yang orang-orang yang memandang remeh pengguna linux. Atau sering juga malah menganggap bahwa pengguna linux adalah manusia aneh yang mencari keribetan di tengah-tengah kemudahan. Dan satu hal yang aku sendiri sebenarnya juga kurang mengerti, mengapa pengguna linux diidentikkan dengan Hacker? Apa karena di linux aplikasi terminal sering digunakan? Padahal tak jarang pengguna linux adalah pengguna desktop biasa yang hanya menggunakan OS linux untuk pekerjaan sehari-hari layaknya pengguna windows.
Anggapan-anggapan sinis tersebut tak jarang juga memengaruhi pemikiran pengguna linux, terutama pengguna baru atau yang sering menyebut diri mereka newbie. Karena merasa sebagai kaum minoritas, banyak dari pengguna pemula merasa minder atau kurang percaya diri saat menggunakan linux di depan rekan-rekannya. Padahal, kalau boleh aku menilai, pengguna linux itu manusia keren dan hebat. Mereka punya kemampuan-kemampuan khusus yang tidak semua pengguna komputer memilikinya, bahkan seorang pemula sekalipun.
Oke, akan aku coba untuk tulis beberapa kemampuan hebat yang secara otomatis dimiliki oleh pengguna linux, dan silakan diangan-angan apakah yang aku tulis ini tepat atau salah total. Angan-angan tentang skill pengguna linux yang aku dapat saat pulang dari kuliah tadi antara lain,
1. Kemampuan menjadikan USB media bootable
Ketika seseorang ingin menggunakan linux, tentunya ia akan menempatkan iso linux pada sebuah media bootable, baik itu CD/DVD atau flashdisk. Memasang sistem operasi melalui CD/DVD boleh dibilang hal biasa dan amat lumrah, namun menjalankan sistem operasi melalui flashdisk boleh dibilang adalah hal istimewa dan menarik (terbukti sekarang windows-windows terbaru juga mendukung penginstallan melalui usb).
Apa yang hebat dari menjalankan sistem operasi dari flashdisk? Percayalah itu adalah skill yang sangat bermanfaat dan dapat menjadi kemampuan yang sangat dibutuhkan, khususnya pada situasi-situasi tertentu. Mau buktinya? Perhatikan ilustrasi berikut.
Suatu ketika laptop temanmu terserang virus atau sistem operasinya sedang bermasalah yang menyebabkan laptopnya tidak bisa booting. Padahal dia perlu mencetak file yang ia simpan di hardisk laptopnya. Lalu, sebagai seorang teman apa solusi termudah untuk mengatasi problem temanmu itu? Memintanya menginstal ulang windows? Berapa waktu yang dibutuhkan? Atau melepas hardisknya untuk menjadikannya hdd eksternal baru menyalin dokumennya di komputer lain? Apa itu efisien?
Nah pada saat inilah kemampuanmu menjalankan sistem operasi linux melalui usb sangat diperlukan. Mengapa USB bukan DVD. Hal perlu dipahami adalah tingkat kecepatan baca CD/DVD masih kalah jauh dibandingkan flashdisk. Cukup dengan menancapkan flashdisk dan sret . . .sret . . .tidak sampai 15 menit data temanmu tadi sudah dapat dicertak. Bahkan itu bisa jadi alternatif untuk menggunakan laptopnya yang bermasalah tadi. Keren kan?
2. Kemampuan mengatur BIOS dan partisi
Tidak semua pengguna komputer paham mengenai pengaturan BIOS, bahkan BIOS pada komputer atau laptopnya sendiri. Beruntunglah mereka yang meggunakan linux, karena sedikit banyak mereka pasti pernah mengutak-atik BIOS setidaknya untuk mengatur first boot-nya.
Selain BIOS, hal yang jarang dipahami oleh pengguna komputer pada umumnya adalah permasalahan partisi. Dengan menginstal linux, setidaknya kita akan memahami dan belajar ihwal pemartisian. Mulai dari jenis partisi, type partisi, dan lain-lain. Jika pengguna windows mungkin hanya familiar dengan NTFS dan FAT, maka pengguna linux sedikit lebih maju karena selain mengenal dua jenis file system tersebut mereka juga mengenal EXT, SWAP dll.
3. Kemampuan memerintah komputer dengan baris perintah
Salah satu hal yang mungkin dianggap momok bagi mereka-mereka yang mengenal linux adalah baris perintah. Mereka yang tidak paham linux pasti masih beranggapan bahwa linux itu hanya dapat dijalankan oleh mereka-mereka yang paham bahas pemrograman saja, karena linux tidak ada gambarnya, tidak ada cursornya dan stigma lama lain.
Jika argumen itu dilontarkan puluhan tahun lalu, mungkin ada benarnya, namun akan menjadi salah total jika dilontarkan di zaman sekarang. Linux telah berkembang dengan pesat, bahkan aku berani mengatakan bahwa linux sekarang lebih bagus tampilan dan lebih mudah daripada windows. Oke hal ini memang masuk dalam ranah relatif, namun pada dasarnya konsep peribahasa, “Alah bisa karena biasa” juga berlaku.
Satu hal menarik yang rupanya baru aku sadari adalah. Linux bukanlah kacang lupa kulitnya. Meski kini ia telah tampil cantik, ia tetap memfungsikan terminal sebagai antarmuka berupa baris perintahnya. Nah di sinilah poin plus yang dapat didapatkan pengguna linux. Karena linux juga sangat mendukung pengoperasian komputer menggunakan baris perintah, maka niscaya sedikit banyak pengguna linux akan terbiasa dan paham ihwal perintah-perintah console.
Tak jarang ada beberapa pengguna linux yang memang ingin tampak keren di depan rival atau buat memikan cewek, sengaja mempertontonkan kebolehannya memutar MP3 melalui teminal (pakai mocp) bahkan browsing web menggunakan terminal (pakai w3m atau lynx). Haha, dasar!
4. Kemampuan memodifikasi sistem operasi
Distro linux memang sengaja dibuat dengan standar global. Hal ini setelah aku angan-angan memang sangat bagus untuk memacu kreativitas penggunanya. Minimal dari segi desktopnya, kita diberi kesempatan untuk berkreasi semaksimal mungkin. Entah itu menggunakan dock semacam cairo-dock, plank, dockbarx atau aksesoris lain semacam, tint2, conky, covergooblus dll.
Aku yakin, seorang pemula pun pasti akan memodifikasi sistem operasi yang dipakainya, dan sekarang pertanyaannya adalah apakah itu bisa dilakukan di “OS tetangga”?
5. Kemampuan berbagi, baik dengan bertanya atau menjawab
Linux dikembangkan dan dibesarkan oleh komunitas. Keberadaan komunitas ini tentunya sangat membantu pengguna lain bila sewaktu-waktu mengalami masalah dengan distronya.
Dengan bergabung di komunitas, ada hal positif yang dapat diperoleh seorang penggunal linux adalah terbukanya perpustakaan pengetahuan gratis. Bahkan pengetahuan itu dapat diperoleh tidak hanya dari jawaban para member yang lebih paham, namun dari seorang pengguna baru sekalipun melalui pertanyan yang dilontarkan.
Jika kita mau, dan memang memiliki waktu, ada baiknya pertanyaan atau pun jawaban yang berserakan di forum itu kita jadikan modal ide untuk menulis tutorial yang lebih lengkap untuk kita bagikan lagi pada mereka. Selain bermanfaat, secara tidak langsung kita juga akan belajar sesuatu yang sering disebut pendokumentasian. 
6. Kemampuan mengatasi permasalahan sistem operasi secara mandiri
Seperti yang telah diungkapkan di poin di atas, linux dikembangkan di lingkungan komunitas. Jika kita memang sedang mengalami suatu permasalahan, tentunya kita akan mencari solusinya dengan browsing terlebih dahulu di web-web yang bersebaran di internet. Dan bila belum menemukan solusi, barulah kita bertanya. Pada momen-momen ini, biasanya akan muncul seorang yang pernah mengalami hal yang sama dengan yang kita alami, dan orang tersbut akan memberikan solusi, sedang kita adalah eksekutor utamanya untuk memperbaiki permasalahan di komputer kita sendiri.
Nilai positfnya, selain kita memperoleh pengetahuan dari permasalahan yang kita hadapi, kita juga akan terbiasa untuk mandiri dan tidak sedikit-sedikit perhi ke tukang service komputer. Toh, tidak semua tukang service komputer paham soal linux.
7. Kemampuan untuk mengajak orang lain menggunakan perangkat lunak legal
Orang yang telah menggunakan linux, biasanya akan cenderung untuk membuat komunitas di sekitarnya. Namun, bagaimana bila tak ada? Makan terbesitlah inisiatif untuk memperkenalkan linux pada teman-teman sekitarnya. Satu hal yang mungkin kita jarang menyadarinya, ketika kita memperkenalkan linux, secara tidak langsung kita telah belajar mengenai public relation dan presentasi secara riil.
Tak jarang juga kita jadi PD untuk menyampaikan kalimat-kalimat anti pembajakan perangkat lunak (hanya perangkat lunak, karena kenyataannya MP3 da film-filmnya masih belum legal. Haha!). Dan kita melakukan itu semua atas dasar kesadaran dan tak ada tujuan komersil apalagi kapitalis. Wih!
8. Kemampuan untuk membandingkan sistem operasi satu dengan yang lain
Seorang pengguna linux mempunyai kebebasan memilih distro mana yang menurutnya cocok untuk menemani hari-harinya. Tentunya, saat ia memilih satu demi satu distro, secara tidak sadar orang tersebut telah memiliki kemampuan dasar untuk membandingkan kelebihan distro satu dengan distro lain, baik dari segi desktop, fitur dan lain-lain. Itulah salah satu hal positif dari keberagaman linux, berbeda bukan bila OS hanya memilik satu tampilan, satu fitur dan gitu-gitu aja . . .hehe, maaf lagi jadi antagonis.
9. Kemampuan untuk menjadi manusia yang tidak sekedar mengikuti perkembangan teknologi, namun juga ikut mengembangkan teknologi
Seperti yang diposting di linux biasawae, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu mengembangkan linux. Misalnya untuk yang sudah level-level mengah ke atas adalah dengan ikut memperbaiki bug suatu distro. Lalu bagaiman dengan newbie? Apa dapat berkontribusi? Tentu, dengan melaporkan adanya bug ke web pengembang yang bersangkutan. Dengan memberikan masukan, itu sama halnya dengan kita menyumbangkan gagasan atau ide yang nantinya akan ditindak lanjuti untuk kenyamanan pengguna di seluruh dunia. Wow keren!
Setidaknya 9 hal inilah yang tadi muncul di angan-anganku saat mengayuh sepeda sepanjang perjalan pulang dari kampus. Satu hal lagi yang ingin aku tekankan di sini, bahwa seorang penggun pemula alias newbie sekali pun adalah orang-orang hebat. Jadi jangan lagi ragu, ayo ajak temanmu, pacarmu, selingkuhanmu, atau siapa pun untuk belajar menggunakan linux! Tentunya dengan cara yang baik lho . . . .
Bagikan:

5 comments:

Aqiq Z said...

Nice gan

Charis Alfan said...

kemampuan untuk memakai sesuatu yang tidak biasa

Rania el-Amina said...

boleh...boleh.. terima kasih sudah berkunjung

Rin D said...

aku senang banget baca ini, jadi minoritas dan mengakui segala kekurangan itu hal yang luar biasa.

Lulu lala~ said...

makasih banyak ilmunya gan sudah di share
solder temperatur