Sunday, 6 September 2015

FASE-FASE YANG DIALAMI PENGGUNA LINUX

Sebagaimana yang pernah aku katakan sebelumnya dalam beberapa postingan di blog ini, memilih distro linux untuk dijadikan teman di komputer atau laptop itu gampang-gampang susah. Aku lebih senang menyamakannya dengan proses pencarian pasangan untuk hidup. Ok, mungkin itu terlalu berlebihan, namun bukankah itu adalah hal yang menarik juga untak kita pahami?

Jika aku boleh menggolongkan, ada dua faktor yang biasanya menjadi pertimbangan seseorang dalam memilih distro. Faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan distro itu sendiri. Misalnya kemudahannya, kompatibilitasnya dengan hardware, tampilan antarmukanya, dan lain-lain

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang tidak secara langsung berkaitan dengan distro. Misalnya, dukungan komunitas, selera pengguna dan lain-lain.

Pada tulisan kali ini, aku ingin mencoba untuk menggambarkan beberapa proses yang menurutku akan dialami oleh sebagian besar pengguna linux. Baik pengguna baru maupun pengguna lama. 

Fase-fase yang aku maksud adalah sebagai berikut:

1.Fase Galau dan Move On

Ini adalah fase awal yang dialami oleh pengguna linux. Yaitu ketika ia merasa mulai tidak nyaman dengan OS lamanya dan ingin sebuah perubahan. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi dalam tahap ini, perselingkuhan atau perpisahan

Perselingkuhan akan terjadi bila si pengguna ini menginginkan OS lain untuk mendampingi hidupnya, namun ia belum mau untuk melepaskan “Yang Lama”, karena banyak kenangan yang memang belum mau ditinggalkan. 

Sedangkan perpisahan akan terjadi bila si pengguna ini mau dengan lapang hati melepas “Yang Lama” dan menjalani kehidupan baru dengan linux. Hal ini akan sangat mudah terjadi bila dilatarbelakangi oleh kekecewaan yang mendalam dengan pasangan lama dan ada tekad untuk benar-benar meninggalkannya serta mencari pasangan lain.

2.Fase Pencarian

Fase pencarian memang membingungkan bagi sebagian orang. Banyaknya pilihan terkadang adalah sebuah kendala yang harus disikapi dengan cukup baik. 

Ada banyak kemungkinan yang terjadi dalam fase ini. Beberapa di antaranya adalah proses coba-coba dan proses kepo.

Proses coba-coba biasanya terjadi jika si pengguna ini memilih distro pilihannya tanpa dasar apa pun alias asal pilih. Nilai postifnya dari proses coba-coba ini adalah munculnya kemampuan untuk me-review dan membandingkan secara tidak sadar. Karena berawal dari coba-coba tentunya si pengguna ini tak terlalu berpikiran akan melangkah kemana nanti kalo sudah jadian atau yang lain. Bagi mereka yang menggunakan proses ini, biasanya akan lebih membuka diri dengan kemungkinan-kemungkinan baru yang muncul suatu hari. Sedang sisi negatifnya adalah waktu yang diperlukan cukup lama untuk mencari distro yang pas, pun demikian ada kemungkinan juga justru malah lebih cepat, bila sekali coba langsung suka.

Sedangkan proses kepo adalah proses yang dijalani oleh pengguna dengan membaca terlebih dahulu beberapa review yang ada mengenai distro yang akan dipakainya. Jadi pengguna dengan proses ini biasanya berharap, “Semoga kamu yang pertama dan terakhir”. Plusnya adalah bertambahnya kemampuan dan pengetahuan yang didapat dari review yang dibaca, sedang minusnya adalah mungkin perlu waktu lama untuk mencari yang pas, tapi nggak terlalu masalah sih.

3.Fase PDKT

Jika sudah menemukan distro yang pas, tentu saja setelah mencoba melalui live USB atau yang lain, maka pengguna akan memasuki fase PDKT.

Pada fase ini, si pengguna akan mulai belajar dan menyesuaikan diri dengan distro pilihannya. Tak jarang, pada fase PDKT si pengguna menuliskan “status-status” mesra di akun medsosnya untuk memperkenalkan pilhannya kepada rekan-rekan yang lain.

4.Fase Saling Memahami

Usai fase PDKT dan setelah benar-benar merasa cocok dengan pilihannya, tentunya si pengguna akan memasang secara permanen distro pilhannya tersebut ke hardisk. Ya, ada kemungkinan ia merasa tak ingin pertemuannya hanya terjadi lewat USB belaka, jadi karena sudah teriul-kiul, si pengguna ingin frekuensi pertemuannya ditambah dengan cara memasangnya di laptop.

Fase saling memahami memang sulit, karena sesekali pasangan yang dipilih oleh pengguna terkadang belum mampu memenuhi keinginannya secara maksimal. Pun demikian, si pengguna akan berusaha untuk membantu pilihannya tersebut agar mampu melakukannya suatu hari nanti.

Pada fase ini pula, si pengguna akan muali belajar bagaimana mendandani desktopnya agar terlihat cantik, memodif pilihannya agar lebih cepat dan lalin-lain

5.Fase Pasca-Jadian

Baik hubungan manusia dengan manusia atau manusia dengan distro linux sebagaimana yang aku bahas saat ini, tak akan berwarna bila “begitu-begitu” saja, alias tak punya masalah. Dan ini terjadi biasanya pasca jadian atau instalasi.

A.Konflik

Konflik adalah hal wajar dan dapat terjadi kapan saja. Sejatinya, bila si pengguna mau menyadarinya, koflik yang ia dapat sebenarnya adalah sebuah pengalaman dan pengetahuan baru yang amat berharga. Dengan kata lain, tanpa konflik, si pengguna hanya akan tahu itu-itu saja dan tidak berkembang pengetahuannya.

Untuk mengatasi konflik ini, si pengguna bisa saja berusaha untuk mengobatinya menggunakan resep dari Dr. Duckduckgo atau Dr. Google serta bisa minta tolong pada rekan-rekan dokter di forum yang banyak beredar di dunia (mbak) maya.

B.Penyelesaian

Menyelesaikan konflik berarti mengisyaratkan bahwa satu set pengetahuan baru telah didapatkan oleh pengguna baru. Namun ada kemungkinan juga penyelesaian konflik ini tidak membuahkan apa-apa. Bagaiman bisa? Tentu, peluang tersebut mungkin terjadi bila si pengguna menuntaskan konflik dengan cara meninggalkan pilihannya dan beralih ke distro lain yang ia anggap lebih mampu memahami kebutuhan dan dirinya.

6.Fase Menjalin kesetiaan atau Move On ke 2

Setelah mengalami konflik, ada dua kemungkina yang akan terjadi, yaitu tetap setia atau move on ke distro lain.

Proses menjalin kesetiaan itu berarti kita mencoba untuk menerima distro kita apa adaya sambil berusaha memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya serta menutupi segala kekurangannya dengan berbagai metode alternatif yang ada. Tentu saja ini adalah pilhan yang cukup baik. Setidaknya, si pengguna akan menjadi lebih matang dalam memahami distro yang menjadi teman hidupnya itu. Dan jika lebih ditekuni lagi, ia akan menjadi spesialis distro.

Namun, yang namanya hati memang tidak bisa dipaksa dengan mudah. Jadi, perpisahan dengan distro adalah hal yang mungkin terjadi. Bahkan kalimat, “Oh si Fedora, iya itu mantan aku dua tahun lalu. . . ” juga hal yang mungkin-mungkin saja terjadi. Bagi pengguna yang benar-benar merasa tak lagi nyaman dengan pilhannya, biasanya akan mencari pasangan lain, tak jarang pulang ada yang terbayang-bayang dengan kenangan bersama OS masa lalunya.

7.Fase Kamulah Pilihanku

Ini adalah fase yang dapat dicapai oleh pengguna yang benar-benar sanggup untuk bertahan dengan distro pilihannya. Biasanya pada fase ini, si pengguna sudah tak terlalu tertarik dengan distro atau OS lain. Ia sudah merasa puas sekali dengan pilhannya, mereka akan berpikir bahwa kamu (distro) adalah segalanya, i love u!. 

8.Fase Berbagi

Setelah cukup lama bersama, tentunya akan banyak kenangan dan pengalaman yang didapatkan oleh si pengguna. Nah pengalaman ini biasanya akan menjadi modal utama untuk si pengguna mengajak orang lain untuk menggunakan linux, menulis review, membuat dokumentasi, dan lain-lain. Tentang bagaimana atau langkah apa yang digunakan bisa beragam dan berbeda-beda sesuai kemampuan dan gaya yang dimiliknya. Intinya mereka-mereka pengguna linux tentunya akan merasa sangat bahagia bila ada orang lain juga yang dapat merasakan kebahagiaan yang saat ini ia dapat dari linux.


9.Fase Produktif

Fase ini memang tak terlalu banyak dilewati oleh beberapa pengguna. Kebanyakn dari mereka merasa cukup puas sampai pada fase ke delapan. Namun, tak sedikit pula yang mau mencoba hingga ke fase ini, yaitu fase di mana si pengguna mulai berkarya tentang linux atau FOSS dalam bidang yang ia sukai.

Ada yang produktif mengembangkan perangkat lunak, produktif melakukan dokumentasi, mendesain, ada yang yang produktif meng-upload tampilan desktop agar dapat menginspirasi orang lain dan masih banyak lagi. 

Kira-kira itulah fase-fase yang dialami oleh sebagian besar pengguna linux. Pada intinya, dapat kita pahami bahwa belajar linux itu tidak serta merta langsung mahir dan bisa. Secara alamiah ada proses-proses yang memang dan mungkin harus dilewati oleh penguna linux, baik lama maupun baru, maka nikmatilah proses itu. Perlu digarisbawahi, fase-fase yang aku sebutkan tadi bisa jadi tidak terjadi secara berurutan alias loncat fase, dan itu mungkin terjadi karena linux berada di wilayah perangkat lunak bebas. Dan bisa jadi kebebasan itu berimbas pada banyak hal dan kemungkinan-kemungkinan lain. Tulisan ini? Haha, mungkin juga ini produk based on linux, karena idenya juga berasal dari linux. Hehe. . . 
Bagikan:

Thursday, 3 September 2015

Fitur-fitur Windows yang TIDAK ADA di Linux

Pagi gan!  

Beberapa waktu yang lalu, pasca peluncuran Windows 10 banyak sekali artikel-artikel yang membahas tentang fitur-fitur linux yang diadopsi oleh Windows 10. Bahkan tidakh hanya WIndows 10 saja, pada versi WIndows-windows yang sebelumnya pun ada kabar-kabar yang senada dengan itu.
 
Bagi sebagian orang, hal tersebut bisa jadi sebuah kabar yang mengembirakan, khususnya bagi pengguna linux. Mengapa? Karena dengan diadopsinya fitur-fitur linux, secara tidak langsung orang-orang di sana terlah mengakui fungsionalitas dan performa linux. Dan itu adalah satu poin tersendiri.
 
Namun setelah aku berangan-angan semalam, terbesit dalam otakku tentang beberapa hal yang ada d windows namun tidak ada di linux. Untuk hal yang satu ini, aku tak tahu akan jadi kabar menyedihkan atau kabar yang membahagiakan. Fitur-fitur apakah itu?
 
 1.Refresh
 
Bagi sebagian besar orang, ini adalah fitu penting dan sangat vital. Karena eh karena, menurut mereka, dengan menjalankan fitur ini melalui klik kanan dan klik Refresh, komputer akan menjadi lebih ringan alias tidak lagi lemot. Apakah hal itu benar? Atau cuma mitos? Aku persilakan deh, agan baca-baca postingan di internet, banyak kok yang membahas mitos tentang refresh ini.
 
Sayangnya, fitur refresh ini tidak ada di linux. Sekali lagi, TIDAK ADA. Meskipun bisa dibuat secara manual menggunakan xdootoll, namun menurut agan-agan apakah masih perlu refresh dipasang di linux? Well, semua jawaban kembali pada diri masing-masing, apalagi yang tangannnya sering merasa gatal karena tidak terbiasa me-refresh, bagaimana munurutmu?
 
2.Perusak data dan sistem
 
Fitur ini sering dinamai dengan virus. Sesuai namanya, vitur ini memiliki peranan penting di sistem windows, salah satunya yang paling sering adalah meng-hidden file atau folder pada usb. Jadi, fitur ini adalah fitur otomatis yang berjalan pada lingkungan windows dan dapat berjalan secara amat rahasia tanpa diketahui oleh pemilik komputer. Fitur yang hebat bukan?
 
Tak hanya menyembunyikan berkas, beberapa jenis pengembangan fitur ini juga mampu untuk menggandakan dirinya dan meningkatkan beban penggunaan memory pada komputer, bahkan ada juga lho yang dapat mengubah beberapa fungsi yang akhirnya membuat komputer sulit mati dan sulit nyala. Wih, keren. Meskipun secara default fitur windows ini tidak langsung aktif, namun rata-rata fitur ini akan secara otomatis aktif bila komputer windows tersebut terkoneksi dengan internet dan tidak memasang antivirus di komputernya.
 
Lagi-lagi sayang sekali, fitur ini tidak bisa agan nikmati di linux. Karena linux terlalu pelit soal urusan izin akses direktori. Namun, apakah kira-kira kedepannya nanti fitur ini dapat berjalan baik di linux? Entahlah, dunia masih terus berputar. 
 
3.Keylog privasi
 
Ini adalah fitur terbaru di windows 10 yang beberapa hari terakhir menjadi buah bibir di dunia maya. Fitur keren ini memeliki fungsi yaitu mengingat semua input data dari keyboard yang agan lakukan. Misalnya, agan sedang membuka situs tertentu dan login dengan mengetikkan passwordnya agan, maka secara otomatis fitur ini akan merekamnya dan mengirimkannya pada Microsoft. Dengan kata lain, hampir semua aktivitas agan di lingkungan windows 10 itu diperhatikan oleh pihak MIcrosoft, wow nyaman sekali. Bahkan pacar-pacar kita aja nggak tahu password fb, twitter, apalagi rekening kita, tapi Microsoft tahu lho. Perhatian banget kan? Kalo nggak percaya, baca nih ada situsnya http://localghost.org/posts.
 
Apesnya, fitur hebat ini belum ada yang mengembangkan di linux. Jadi, yah . . .terima nasib ajalah.
 
4.Loaderable atau aktivator able
 
Loaderable atau aktivatorable adalah fitur yang sudah cukup lama dapat digunakan di windows. Fitur ini memungkinkan windows untuk dapat digunakan tanpa harus membayar sepeser pun untuk waktu yang tidak ditentukan. Untuk menggunakan fitur ini, biasanya diperlukan alat tambahan semacam KMSpico, 7loader, XP activator dan lain-lain. Ajaibnya, dengan pengaktifan fitur ini, windos yang didapat tanpa membeli tadi, dapat berubah solah-olah windows genuine.
 
Namun entah mengapa fitur hebat ini tidk dilirik sama sekali oelah pengembang linux. Jadi untuk menikmati fitur ini agan harus pakai windows dulu. Tertarik?
 
5.Software-software ghaib
 
Software-software ghaib adalah sebutan pribadiku untuk software yang tiba-tiba ada di komputer padahal kita tidak merasa menginstallnya, apalagi membutuhkannya. Secara teknis, dapat dijelaskan bahwa software-software ghaib ini sebenarnya adalah bonus yang diberikan saat agan menginstall aplikasi/software di windows. Enak sekali kan, sudah installnya tinggal klik-klik dan klik, eh masih dapat bonus software lain termasuk juga addons baru untuk periklanan di browser. Wih, enak banget. Fitur ini juga dapat memaksimalkan ruang hardisk yang terpakai, biar nggak mubadzir.
 
Berbeda dengan linux yang hanya memasang software yang kita mau tanpa memberi bonus apa-apa. Misalnya kita install wine, ya sudah wine itu aja bonusnya. Pelit banget kan?

Pada intinya, semua OS itu pasti punya kekurangan dan kelebihan yang beragam. Semisal, windows yang kelebihan memory dan linux yang kurang dan hal-hal lainnya. Jadi jangan saling menjatuhkan, kalau pun terpaksa lakukanlah dengan bijak dan tersamarkan. Dan akhirnya, semua penilaian kembali pada diri masing-masing.
Bagikan:

Wednesday, 2 September 2015

9 Kemampuan Hebat yang Dimiliki Semua Pengguna Linux SEKALIPUN NEWBIE BANGET!

Aku selalu terkesima dan kagum pada orang-orang yang “berani” menggunakan linux sebagai sistem operasi di komputer mereka. Diakui atau tidak, sampai hari ini sistem operasi linux masih konsisten menjadi OS minoritas yang jarang digunakan oleh sekian juta pengguna komputer. Bahak tak sedikit yang tak menyadari bahwa gadget Android yang ada digenggaman mereka adalah salah satu produk yang berjantung Linux.
Menjadi kelompok minoritas tak mudah. Selalu saja ada yang orang-orang yang memandang remeh pengguna linux. Atau sering juga malah menganggap bahwa pengguna linux adalah manusia aneh yang mencari keribetan di tengah-tengah kemudahan. Dan satu hal yang aku sendiri sebenarnya juga kurang mengerti, mengapa pengguna linux diidentikkan dengan Hacker? Apa karena di linux aplikasi terminal sering digunakan? Padahal tak jarang pengguna linux adalah pengguna desktop biasa yang hanya menggunakan OS linux untuk pekerjaan sehari-hari layaknya pengguna windows.
Anggapan-anggapan sinis tersebut tak jarang juga memengaruhi pemikiran pengguna linux, terutama pengguna baru atau yang sering menyebut diri mereka newbie. Karena merasa sebagai kaum minoritas, banyak dari pengguna pemula merasa minder atau kurang percaya diri saat menggunakan linux di depan rekan-rekannya. Padahal, kalau boleh aku menilai, pengguna linux itu manusia keren dan hebat. Mereka punya kemampuan-kemampuan khusus yang tidak semua pengguna komputer memilikinya, bahkan seorang pemula sekalipun.
Oke, akan aku coba untuk tulis beberapa kemampuan hebat yang secara otomatis dimiliki oleh pengguna linux, dan silakan diangan-angan apakah yang aku tulis ini tepat atau salah total. Angan-angan tentang skill pengguna linux yang aku dapat saat pulang dari kuliah tadi antara lain,
1. Kemampuan menjadikan USB media bootable
Ketika seseorang ingin menggunakan linux, tentunya ia akan menempatkan iso linux pada sebuah media bootable, baik itu CD/DVD atau flashdisk. Memasang sistem operasi melalui CD/DVD boleh dibilang hal biasa dan amat lumrah, namun menjalankan sistem operasi melalui flashdisk boleh dibilang adalah hal istimewa dan menarik (terbukti sekarang windows-windows terbaru juga mendukung penginstallan melalui usb).
Apa yang hebat dari menjalankan sistem operasi dari flashdisk? Percayalah itu adalah skill yang sangat bermanfaat dan dapat menjadi kemampuan yang sangat dibutuhkan, khususnya pada situasi-situasi tertentu. Mau buktinya? Perhatikan ilustrasi berikut.
Suatu ketika laptop temanmu terserang virus atau sistem operasinya sedang bermasalah yang menyebabkan laptopnya tidak bisa booting. Padahal dia perlu mencetak file yang ia simpan di hardisk laptopnya. Lalu, sebagai seorang teman apa solusi termudah untuk mengatasi problem temanmu itu? Memintanya menginstal ulang windows? Berapa waktu yang dibutuhkan? Atau melepas hardisknya untuk menjadikannya hdd eksternal baru menyalin dokumennya di komputer lain? Apa itu efisien?
Nah pada saat inilah kemampuanmu menjalankan sistem operasi linux melalui usb sangat diperlukan. Mengapa USB bukan DVD. Hal perlu dipahami adalah tingkat kecepatan baca CD/DVD masih kalah jauh dibandingkan flashdisk. Cukup dengan menancapkan flashdisk dan sret . . .sret . . .tidak sampai 15 menit data temanmu tadi sudah dapat dicertak. Bahkan itu bisa jadi alternatif untuk menggunakan laptopnya yang bermasalah tadi. Keren kan?
2. Kemampuan mengatur BIOS dan partisi
Tidak semua pengguna komputer paham mengenai pengaturan BIOS, bahkan BIOS pada komputer atau laptopnya sendiri. Beruntunglah mereka yang meggunakan linux, karena sedikit banyak mereka pasti pernah mengutak-atik BIOS setidaknya untuk mengatur first boot-nya.
Selain BIOS, hal yang jarang dipahami oleh pengguna komputer pada umumnya adalah permasalahan partisi. Dengan menginstal linux, setidaknya kita akan memahami dan belajar ihwal pemartisian. Mulai dari jenis partisi, type partisi, dan lain-lain. Jika pengguna windows mungkin hanya familiar dengan NTFS dan FAT, maka pengguna linux sedikit lebih maju karena selain mengenal dua jenis file system tersebut mereka juga mengenal EXT, SWAP dll.
3. Kemampuan memerintah komputer dengan baris perintah
Salah satu hal yang mungkin dianggap momok bagi mereka-mereka yang mengenal linux adalah baris perintah. Mereka yang tidak paham linux pasti masih beranggapan bahwa linux itu hanya dapat dijalankan oleh mereka-mereka yang paham bahas pemrograman saja, karena linux tidak ada gambarnya, tidak ada cursornya dan stigma lama lain.
Jika argumen itu dilontarkan puluhan tahun lalu, mungkin ada benarnya, namun akan menjadi salah total jika dilontarkan di zaman sekarang. Linux telah berkembang dengan pesat, bahkan aku berani mengatakan bahwa linux sekarang lebih bagus tampilan dan lebih mudah daripada windows. Oke hal ini memang masuk dalam ranah relatif, namun pada dasarnya konsep peribahasa, “Alah bisa karena biasa” juga berlaku.
Satu hal menarik yang rupanya baru aku sadari adalah. Linux bukanlah kacang lupa kulitnya. Meski kini ia telah tampil cantik, ia tetap memfungsikan terminal sebagai antarmuka berupa baris perintahnya. Nah di sinilah poin plus yang dapat didapatkan pengguna linux. Karena linux juga sangat mendukung pengoperasian komputer menggunakan baris perintah, maka niscaya sedikit banyak pengguna linux akan terbiasa dan paham ihwal perintah-perintah console.
Tak jarang ada beberapa pengguna linux yang memang ingin tampak keren di depan rival atau buat memikan cewek, sengaja mempertontonkan kebolehannya memutar MP3 melalui teminal (pakai mocp) bahkan browsing web menggunakan terminal (pakai w3m atau lynx). Haha, dasar!
4. Kemampuan memodifikasi sistem operasi
Distro linux memang sengaja dibuat dengan standar global. Hal ini setelah aku angan-angan memang sangat bagus untuk memacu kreativitas penggunanya. Minimal dari segi desktopnya, kita diberi kesempatan untuk berkreasi semaksimal mungkin. Entah itu menggunakan dock semacam cairo-dock, plank, dockbarx atau aksesoris lain semacam, tint2, conky, covergooblus dll.
Aku yakin, seorang pemula pun pasti akan memodifikasi sistem operasi yang dipakainya, dan sekarang pertanyaannya adalah apakah itu bisa dilakukan di “OS tetangga”?
5. Kemampuan berbagi, baik dengan bertanya atau menjawab
Linux dikembangkan dan dibesarkan oleh komunitas. Keberadaan komunitas ini tentunya sangat membantu pengguna lain bila sewaktu-waktu mengalami masalah dengan distronya.
Dengan bergabung di komunitas, ada hal positif yang dapat diperoleh seorang penggunal linux adalah terbukanya perpustakaan pengetahuan gratis. Bahkan pengetahuan itu dapat diperoleh tidak hanya dari jawaban para member yang lebih paham, namun dari seorang pengguna baru sekalipun melalui pertanyan yang dilontarkan.
Jika kita mau, dan memang memiliki waktu, ada baiknya pertanyaan atau pun jawaban yang berserakan di forum itu kita jadikan modal ide untuk menulis tutorial yang lebih lengkap untuk kita bagikan lagi pada mereka. Selain bermanfaat, secara tidak langsung kita juga akan belajar sesuatu yang sering disebut pendokumentasian. 
6. Kemampuan mengatasi permasalahan sistem operasi secara mandiri
Seperti yang telah diungkapkan di poin di atas, linux dikembangkan di lingkungan komunitas. Jika kita memang sedang mengalami suatu permasalahan, tentunya kita akan mencari solusinya dengan browsing terlebih dahulu di web-web yang bersebaran di internet. Dan bila belum menemukan solusi, barulah kita bertanya. Pada momen-momen ini, biasanya akan muncul seorang yang pernah mengalami hal yang sama dengan yang kita alami, dan orang tersbut akan memberikan solusi, sedang kita adalah eksekutor utamanya untuk memperbaiki permasalahan di komputer kita sendiri.
Nilai positfnya, selain kita memperoleh pengetahuan dari permasalahan yang kita hadapi, kita juga akan terbiasa untuk mandiri dan tidak sedikit-sedikit perhi ke tukang service komputer. Toh, tidak semua tukang service komputer paham soal linux.
7. Kemampuan untuk mengajak orang lain menggunakan perangkat lunak legal
Orang yang telah menggunakan linux, biasanya akan cenderung untuk membuat komunitas di sekitarnya. Namun, bagaimana bila tak ada? Makan terbesitlah inisiatif untuk memperkenalkan linux pada teman-teman sekitarnya. Satu hal yang mungkin kita jarang menyadarinya, ketika kita memperkenalkan linux, secara tidak langsung kita telah belajar mengenai public relation dan presentasi secara riil.
Tak jarang juga kita jadi PD untuk menyampaikan kalimat-kalimat anti pembajakan perangkat lunak (hanya perangkat lunak, karena kenyataannya MP3 da film-filmnya masih belum legal. Haha!). Dan kita melakukan itu semua atas dasar kesadaran dan tak ada tujuan komersil apalagi kapitalis. Wih!
8. Kemampuan untuk membandingkan sistem operasi satu dengan yang lain
Seorang pengguna linux mempunyai kebebasan memilih distro mana yang menurutnya cocok untuk menemani hari-harinya. Tentunya, saat ia memilih satu demi satu distro, secara tidak sadar orang tersebut telah memiliki kemampuan dasar untuk membandingkan kelebihan distro satu dengan distro lain, baik dari segi desktop, fitur dan lain-lain. Itulah salah satu hal positif dari keberagaman linux, berbeda bukan bila OS hanya memilik satu tampilan, satu fitur dan gitu-gitu aja . . .hehe, maaf lagi jadi antagonis.
9. Kemampuan untuk menjadi manusia yang tidak sekedar mengikuti perkembangan teknologi, namun juga ikut mengembangkan teknologi
Seperti yang diposting di linux biasawae, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk membantu mengembangkan linux. Misalnya untuk yang sudah level-level mengah ke atas adalah dengan ikut memperbaiki bug suatu distro. Lalu bagaiman dengan newbie? Apa dapat berkontribusi? Tentu, dengan melaporkan adanya bug ke web pengembang yang bersangkutan. Dengan memberikan masukan, itu sama halnya dengan kita menyumbangkan gagasan atau ide yang nantinya akan ditindak lanjuti untuk kenyamanan pengguna di seluruh dunia. Wow keren!
Setidaknya 9 hal inilah yang tadi muncul di angan-anganku saat mengayuh sepeda sepanjang perjalan pulang dari kampus. Satu hal lagi yang ingin aku tekankan di sini, bahwa seorang penggun pemula alias newbie sekali pun adalah orang-orang hebat. Jadi jangan lagi ragu, ayo ajak temanmu, pacarmu, selingkuhanmu, atau siapa pun untuk belajar menggunakan linux! Tentunya dengan cara yang baik lho . . . .
Bagikan:

Monday, 31 August 2015

5 LANGKAH MUDAH BERKREASI DENGAN PESAN ERROR DI TERMINAL LINUX

Pagi gan, haha. . . Terima kasih buat grup linux di Fb yang lagi-lagi memberi saya ide untuk membuat postingan terbaru untuk blog ala kadarnya ini. Terimaksih juga buat agan dengan nick DA NY yang kemarin bertanya, kira-kira seperti inilah jawabannya.
Ok, untuk yang belum tahu. . .  Di postingan kali ini aku akan membahas salah satu trick unik di linux. Apa itu? Jreng. . .jreng. . .”MEMODIFIKASI PESAN ERROR COMMAND NOT FOUND”. . . . Trik macam apa sih itu?
Oke, simak dulu sebentar penjelasan (yg semoga mampu menjelaskan) ini.
Saat kita mengetikkan perintah di terminal linux dengan perintah yang tidak sesuai, contoh: lele, ayam panggang, aku dan lain-lain, maka terminal akan mengeluarkan output berupa pesan “command not found”. Nah pada post kali ini, kita akan bahas bagaimana caranya mengubah pesan error not found tersebut sesuai keinginan kita. Caranya?
Ok, pertama siapkan mental dan berdoalah terlebih dahulu sebelum melakukan apapun. Boleh sambil minum teh? Boleh.
Kedua, edit file .bashrc yang ada di /home/NAMAUSER. Cara praktisnya, buka terminal (ctrl+alt+t) lalu ketikkan
gedit .bashrc (enter)
ketiga, setelah text bashrc muncul pada gedit, masukkan kode ajaib ini dengan cara mem-paste-kannya di baris paling bawah.
 
command_not_found_handle () {
       printf "gak ana perintah ngono kuwi, cuk!\n Jajalen maneh, yo!!\n"
    return 127
}
 
Jangan sampai salah ya! Taruhannya nyawa lho . . .haha
Keempat, save tuh file .bashrc dan close
Terakhir, silakan dicoba dengan membuka terminal baru lalu mengetikkan perintah sesuka hati agan. Dan hasilnya . . . Jreng-jreng!

Perintah di atas masih bisa dimodif lagi untuk penambahan suara dengan cara menyisipkan perintah espeak "KALIMAT ANDA" tepat di atas kode printf. Seperti ini
 
command_not_found_handle () {
        espeak "KALIMAT ANDA”
       printf "gak ana perintah ngono kuwi, cuk!\n Jajalen maneh, yo!!\n"
    return 127
}

Ok. Mudah bukan? Gini nih enaknya pakai linux. Bahkan error pun dapat dijadikan mainan dan dimodifikasi. Hidup Windows! Ups! Hidup Rania! Hehe :-)
Sekian, semoga bermanfaat.
Bagikan:

Sunday, 30 August 2015

Menghasilkan Dollar dari Blog dengan Mudah 100% WORK!


Galau nggak punya penghasilan? Pengen tidur dibayar? Mungkin nggak ya? Mungkin-mungkin saja sih, asalkan kamu sudah mempersiapkan hal-hal berikut ini.
1. Blog pribadi
2. Akun Popcash

Yups, jika udah punya dua hal itu, silakan tidur dan biarkan dollar mengalir di kantong Anda.

Yuhu kali ini aku akan berbagi tips dan trik menghasilkan uang dari blog menggunakan Popcash, apakah itu popcash dan bagaimana cara kerjanya lalu bagaimana cara mendapatkan uang dari Popcash? akan kita bahas silakan simak di bawah ini.


Popcash adalah sebuah layanan periklanan yang berbasis internet, Popcash dapat menghasilkan uang dengan cara memasangkan iklan pop-up di blog atau website kita, setiap pengunjung yang menge-klik di blog / website kita akan muncul sebuah iklan pop-up, semakin banyak pengunjung yang menge-klik blog / website kita semakin banyak pula uang yang dihasilkan.
Dengan kata lain, setelah kita memasang popcash di blog atau web kita, cukup maksimalkan saja konten blog, dan biarkan popcash bekerja dengan sendirinya. Kita tidak lagi direpotkan dengan pemasangan iklan ataupun banner yang mungkin mengganggu pembaca blog.


Ok! Langsung saja, ikuti langkah-langkah berikut untuk mempersiapkan penghasilan agan!
Tutorial ini sengaja nggak saya beri gambar supaya agan mudah untuk meload halaman ini meskipun dengan kuota yang minim, jadi kalo pengen coba langsung dipraktekin saja . . . :-)

1. Masuk website Popcash. Klik di sini,
2. Setelah muncul halaman Popcash, klik menu register,
3. Masukan identitas diri Anda dengan benar, setelah itu klik submit,
4. Cek email Anda yang Anda masukan pada identitas tadi,
5. Login dengan username dan password Popcash Anda,
6. Setelah login, Anda akan masuk dalam dashboard Popcash,
7. Pilih menu publisher lalu pilih menu website,
8. Lalu pilih menu add a new website,
9. kemudian isi data lengkap tentang blog Anda, lalu klik add website,
10. Tunggu selama 24 jam, agar blog Anda disetujui oleh Popcash,
11. Setelah itu, jika sudah disetujui, pada menu dashboard Popcash pilih menu publisher, lalu pilih menu get code,
12. Setelah itu copy script yang diberikan oleh Popcash pada blog kita,
13. Setelah Anda copy scriptnya, masuk ke dashboard blog Anda masing-masing, pilih menu template,
14. Lalu pilih menu edit html, setelah itu cari kode </head> dengan cara Ctrl+F
15. Lalu paste script yang sudah Anda copy tepat di atas kode </head>,16. Simpan, selamat menghasilkan uang dari blog.



Setidaknya kita juga akan dipacu untuk terus berkarya melalui tulisan, disamping juga memperoleh penghasilan.
Nah itu saja dari Saya semoga bermanfaat.
Bagikan:

Melihat Karakter Pengguna Linux dari Caranya Bertanya di Forum

Sudah cukup lama aku bergabung dengan beberapa komunitas online yang aktif berdiskusi seputar Free Open Source Software, khususnya linux. Bahkan di tahun 2009 silam, aku juga sempat mendirikan sebuah forum sendiri untuk mengumpulkan para pengguna linux dan saling berbagi satu sama lain. Sayangnya forum yang aku dirikan tersebut harus terbengkalai saat aku tinggal menimba ilmu di pesantren selama 4 tahun. Dan ironisnya, forum itu sekarang dipegang oleh orang yang kurang aktif dan tidak pernah memberi respon apa pun pada membernya, lebih parahnya aku di kick dari jabatan admin di forum yang aku buat sendiri. Kampret!
Tapi, okelah. . .  Sekarang itu tak lagi penting. Toh aku masih bisa bergabung dengan forum-forum atau komunitas linux online yang lain. Anggap saja apa yang pernah terjadi itu adalah oase semu di gurun pasir. :-)
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa di forum online linux itu terdiri dari ratusan bahkan ribuan member yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari pulau We sampai Pulau Rote, nah di sinilah konsep ajaib Indonesia yang berbunyi Bhineka Tunggal Ika berlaku dan berjalan dengan baik. Walaupun para member berasal dari suku yang berbeda, agama yang berbeda, ras yang berbeda, pengguna distro yang berbeda tapi tetap satu jua kernelnya yaitu linux, tetap satu jua tujuannya tak lain hanyalah untuk belajar dan sharing ilmu pengetahuan. Setidaknya, dengan adanya forum seperti ini timbullah rasa saling menghargai, empati, simpati, senasib dan sepenanggungan yang dulu dirasakan oleh para pejuang kemerdekaan. (Ok, yang terakhir ini mulai agak alay)
Dari sekian banyak member itu, rupanya ada hal-hal menarik yang aku temukan berkaitan dengan karakter khas mereka saat bertanya. Ya, meski mengelompokkan beragam karakter menjadi beberapa kelompok adalah hal yang selalu dapat dipertanyakan kebenarannya, namun anggap saja ini sebagai hiburan kecil yang tak perlu diamini keabsahannya. Secara garis besar, aku mendapati 11 golongan ini di forum-forum linux;
1.Golongan Aktivis
Penganut golongan ini adalah mereka-mereka yang memiliki koneksi 24 jam. Mereka bisa online sesuka hati dan membantu member lain dengan cukup cekatan. Namun saat ini, golongan ini terpecah menjadi dua kubu. 
Pertama, Aktivis fanatik. Yaitu para aktivis yang sering mengunggul-unggulkan distro yang dipakai dan cenderung memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang dia lakukan dengan memberikan opini-opini buruk terhadap distro lain. Kubu yang satu ini agak sensi dengan pengguna windows.
Kedua, Aktivis moderat. Yaitu para aktivis yang senantiasa memberikan referansi-referensi bagi member yang kebingungan. Kubu ini tidak begitu peduli dengan distro apa yang sedang kamu pakai, yang penting sama-sama legal dan tentunya berkenel linux.
2.Golongan Apatis Pengamat
Setelah aku pikir-pikir tidak ada kok golongan apatis di komunitas linux. Setidaknya dengan mereka join di forum linux, itu sudah menunjukkan kepedulian mereka terhadap pentingnya software legal.
Pun demikian yang membuat golongan ini berbeda dari yang lain adalah kecenderungan mereka yang lebih sering berdiam diri tanpa memberi komentar atau pun tanggapan sama sekali terhadap postingan pertanyaan yang sedang berlangsung.
Golongan pengamat ini tidak semuanya masuk ke forum atas keinginannya, beberapa juga ada yang “diculik” temannya yang menggunakan linux. Alhasil tak jarang golongan ini hanya menjadi member hitung saja, alias member pasif yang datang tidak menggenapkan pulang tidak mengganjilkan.
3.Golongan Oportunis
Ini adalah golongan yang mampu melihat peluang di forum linux. Golongan ini biasanya didominasi oleh pemilik atau admin web atau situs tertentu. Selain berbagi pengetahuan, golongan oportunis juga mengamalkan peribahasa, “Sambil menyelam, minum air”. Sambil sharing sambil promo link-link tertentu. 
Golongan oportunis ini biasanya memiliki banyak referensi web ataupun tulisan yang lain. Jadi, sama-sama untung sih, baik itu member yang bertanya maupun yang sekedar membaca.
4.Golongan Bijak
Golongan ini rata-rata diisi oleh para pengguna linux yang sudah punya jati diri yang jelas serta menanggalkan kefanatikannya. Ciri-ciri golongan ini adalah selalu mendamaikan member yang sedang “cek-cok” tantang perbandingan windows dg linux atau distro satu dengan distro yang lain.
Keilmuan golongan ini juga tidak kalah dengan member lain, dan tak jarang member-member seperti ini adalah admin di forum itu sendiri. Semboyang mereka adalah, “Mengatasi masalah tanpa masalah”. (Mirip pegadaian? Iya, aku sengaja, kok)
5.Golongan Intelejen
Golongan ini mirip dengan golongan bijak. Hal yang membedakan adalah golongan ini sering menyamar menjadi pengguna baru/newbie untuk mengetes kesadaran member lain. Namanya saja intelejen, pastilah keilmuan mereka tentang linux juga jos dan cespleng! 
Ciri-ciri member golongan intelejen adalah menyamar sebagai newbi dengan bertanya hal-hal yang mendasar. Tak sedikit lho orang yang terjebak dengan penyamaran golongan ini. Mereka-mereka yang terjebak, biasanya adalah golongan fanatik yang masih dangkal pengetahuannya dan menganggap dirinya superior di forum.
6.Golongan Pemicu Konflik
Ini nih yang bikin forum ramai. Meskipun namanya forum linux, ada juga lho member yang “benci” dengan linux. Ciri-ciri golongan ini adalah kebiasaan mereka membanding-bandingkan OS lain yang akhirnya memicu adu argumen dari para member. Biasanya, orang-orang golongan ini kabur setelah posting, alias nggak peduli dengan postingannya di forum.
7.Golongan Easy Reading
Ini hampir mirip dengan Golongan Pengamat, namun Golongan Easy Reading ini nggak seacuh golongan pengamat kok. Mereka masih mau memberikan like, dan sesekali berkomentar, meskipun itu jarang sekali.
8.Golongan Skeptis
Golongan ini mudah diidentifikasi dengan ciri khasnya menggunakan kata, “. . . Maaf masih newbie”, “. . . Aku pemula bgt” dan sejenisnya. Padahal kalau ditelusuri lebih lanjut, semua orang yang ada di forum linux itu kan sama-sama pemula yang sedang belajar. Yang membedakan hanyalah ketekunan dan tekad masing-masing. Soal skill bisa diasah, kok. Jadi buat member-member golongan ini, tetap semangat yah!
9.Golongan Angin RIbut
Ini adalah golongan yaig aku sendiri kurang begitu suka. Ciri khas mereka adalah posting problem di pelbagai forum linux dengan permasalahan yang sama. Mereka yang masuk golongan ini biasanya nggak sabaran untuk mendapatkan jawaban dari persoalan yang sedang dihadapinya. Nah, pas problemnya udah solved, pergilah orang-orang golongan ini begitu saja. Dan nggak muncul lagi sampai dia punya problem lagi.
10.Golongan Pelupa
Golongan ini yang sepertinya banyak mendominasi forum-forum mana pun. Golongan pelupa adalah para member yang sering lupa

A.Membuat dokumentasi saat problem sudah terselsaikan (solved)
B. Mengucapkan terima kasih setelah ada orang-orang yang membantunya 
C. Kalau membuat post, jadinya pas sudah banyak memberi balasan eh dianya malah ngilang entah kemana, ntar pas udah samapi ujung komentarnya baru muncul.
D. Dengan kesibukan member lain di dunia nyata, akibatnya ia sering menggumam merasa tidak diperhatikan 
E.Dan lupa lain-lain
11.Golongan Pencari Jatidiri
Golongan pencari jati diri ini mayoritas adalah pengguna yang baru pertama kali menggunakan linux. Ciri khas yang sering nampak adalah pertanyaan berupa, “Distro apa yang pas buat pemula seperti saya?” dan yang sejenis dengan itu.
Golongan ini biasanya juga sering bingung karena belum terbiasa dengan lingkungan linux, baik itu lingkungan kerja distro linux maupun lingkungan komunitas.

Well, 11 golongan ini tidak ada yang hitam dan putih secara mutlak. Mereka pasti punya latar belakang berbeda-beda dan alasan yang berbeda pula. Tak jarang pula satu member dapat dikategorikan dalam dua golongan atau lebih. Oh iya, sekali lagi, tulisan ini bukanlah hal yang patut untuk diamini kebenarannya. Karena kebenaran hanya milik Tuhan YME.


Tulisan ini hanyalah fiksi belaka, kesamaan nama, tokoh, atau karaker memang disengaja, hehehew!
Bagikan: