Wednesday, 21 September 2016

Wednesday, 14 September 2016

Setelah Install Elementary OS LOKI

[Sebelumnya aku peringatkan, bahwa ini tidaklah begitu penting]
 
Terima kasih, Freya.
Selasa, 13 September (kemarin) akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Freya. Tidak, tidak. Aku tidak ada masalah apa-apa. Kau tahu, bekerja dengan Freya adalah salah satu pengalaman yang paling menyenangkan menurutku, setelah Mint tentunya. Tidak dapat aku pungkiri, aku cukup puas dengan kinerjanya. Secara subjektif, bila diminta memberikan penilaian, maka aku akan mengatakan bahwa Freya termasuk yang paling lincah dan gesit dalam bekerja. Sayangnya, seiring dengan EOL-nya ubuntu yang menjadi basic-nya, maka berhenti pula dukungan untuk Freya, dan itulah yang membuatku menjadikan Freya sebuah kenangan. Dengan megakhiri hubungan dengannya.
Sebenarnya, selain dengan Freya, aku juga sedang menjalin hubungan dengan Rosa. Dan entah mengapa, untuk Rosa aku masih enggan untuk menjadikannya kenangan pula sebagaimana yang aku lakukan pada Freya. Sekalipun Sarah telah muncul beberapa bulan lalu dan hampir-hampir membuatku kepincut.
Mengakhiri hubungan dengan Freya, berarti memulai pengalaman baru dengan saudara kandungnya, Loki. Ah, memang namanya “ke-cowok-cowok-an”, tapi dia tak kalah cantik bila dibandingkan dengan Freya.
Terus terang saja, sebenarnya sudah cukup lama aku menunggu Loki. Desas-desus tentang keindahannnya memang benar adanya. Hanya saja, ada beberapa hal yang sedikit membuatku belum merasa nyaman, senyaman aku dengan Freya atau dengan Rosa misalnya.
Secara bawaan, Loki memang tak jauh beda dengan Freya. Dari segi kemampuan pun juga hampir mirip. Hanya saja Loki dibekali oleh empunya sebuah alat bernama AppCenter dan aku pribadi agak bingung juga fungsi dari perkakas yang dibawanya itu. Awalnya, aku pikir dengan AppCenter tersebut aku akan dapat memasang hal-hal lain dengan mudah seperti misalnya ketika aku memakai Synaptic. Tapi ternyata bukan. Itu hanya semacam alat untuk memanajemen perangkat yang sudah terpasang.
Hal lain yang membuatku agak kurang nyaman adalah tersunatnya alat apt-add-repository. Ya, pada Loki rupa-rupanya oleh empunya tool tersebut tidak dibekalkan dari awal karena faktor keamanan, sehingga harus dipasangkan secara menual dengan aji-aji


$ sudo apt-get install software-properties-common


diakui atau tidak, Loki memang tidak selengkap keluarga Mint dalam hal aplikasi bawaan sehingga siapa saja yang ingin bekerja dengan Loki harus sejenak meluangkan waktu untuk mendandaninya dengan LibreOffice, Tweak, Gdebi, Synaptic, Inkscape dan alat-alat lain sesuai kebutuhan. Aku pribadi telah memasang banyak aksesori pada Loki, tak lain hanya karena tuntutan pekerjaan.
Ah, iya satu hal lagi yang sepertinya perlu aku ceritakan padamu soal Loki adalah performanya ketika menjalankan pantheon-files. Entah hanya terjadi pada Asus X4452E AMD E1-ku atau juga pada yang perangkat yang lain, yang jelas Loki selalu ngambek sejenak saat aku minta untuk menjalankan pantheon-files tersebut. Awalnya kupikir karena “efek desktop” yang ia pakai, tapi nyatanya tidak mengalami perbedaan yang signifikan setelah aku matikan efek tersebut. Iya, ada sih perbedaan tapi sekali lagi tidak signifikan.
Namun, ya sudahlah semoga saja ini memang terjadi pada awal-awal hubungan belaka dan akan segera melebur seiring berjalannya waktu.
Bagikan:

Wednesday, 10 August 2016

Merdeka dengan Karya

Tepat sepekan lagi Indonesia akan diperingati hari kemerdekaan ke-71 RI. Belum ada yang dapat kuberikan pada tanah tempat kuberpijak ini. Saya jadi teringat pada ucapan Cak Nun pada acara Mengenang Rendra tahun lalu, saya agak lupa redaksi persis kalimatnya. Kira-kira seperti ini, 
"Diri kita bukanlah bagian dari Indonesia, namun justru Indonesia lah yang menjadi bagian dari diri kita. Bila kita menganggap bahwa diri kita adalah bagian dari Indoenesia, maka yang ada hanyala tuntutan yang kita lontarkan. Sebaliknya, jika mengakui bahwa Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari diri kita, maka kita akan dengan ikhlas memberikan apapun untuk Indonesia. . ."
Di tahun 2016 ini, untuk kali pertamanya saya mencoba membuat banner sederhanana menggunakan Inkscape untuk memperingati hari kemerdekaan ke-71 RI. Selamat Ulang Tahun RI-ku!


dibuat dengan Inkscape 0.92pre1 pada Linux Mint 17.3 Rosa
Bagikan:

Saturday, 23 July 2016

Design Kalender 2017 dengan Inkscape

Selamat pagi rekan-rekan sekalian, sedikit curcol di Minggu pagi yang kurang cerah ini, beberapa waktu yang lalu ketika liburan, ibu minta dibuatkan kalender untuk toko kerudungnya. Dengan tanpa banyak alasan, saya pun mengiyakan permintaan beliau. Dan setelah beberapa menit di depan laptop, jadilah penampakan kalender sebagaimana yang terpampang di atas.
Kalender sederhana di atas dibuat menggunakan Inkscape versi 0.92.pre dengan memanfatkan ekstensi kalender yang sudah tersedia. Tinggal masukkan pengaturan dasarnya, misalnya tahun, jumlah bulan dalam satu baris, warna hari, serta awal hari yang ingin digunakan dan klik! jadi deh. Tinggal memoles dengan desain yang rekan-rekan harapkan.
Untuk desain yang saya gunakan di atas, karena saat itu memang cukup mendesak, saya menggunakan latar belakang gambar yang telah saya buat sebelumnya, sisanya tinggal peyesuaian. Untuk huruf pada bulan, saya menggunakan Lucida Caligraphy, sedangkan lainnya menggunakan Bit Stream Charter.
Semoga bermanfaat!
Bagikan:

Friday, 15 July 2016

whoismrrobot.com GUI

Sembari mengisi liburan yang sebagian habis di pesakitan, iseng-iseng membuka kembali sebuah situs yang beberapa waktu lalu sempat mebuat aku tertarik. whoismrrobot.com, ya itulah situs yang aku maksud.
Terakhir membuka situs yang berkaitan dengan serial TV MR. ROBOT ini, aku hanya mendapati mode tampilan Command Line Interface (CLI). Ketika pertama halaman pada web ini termuat, maka yang anda dapati adalah proses booting yang mirip dengan Linux Debian. Namun, aku agak lupa sebenarnya, kapan terakhir aku membuka situs tersebut.
Namun jika hari ini anda sekalian membua situs tersebut, hal yang amat berbeda akan anda dapatkan. Kini whoismrrobot.com telah menggunakan mode GUI untuk tampilab halamannya. Penilaian prbadi, Ini sungguh mengejutkan, karena awalnya saya berpikir ini hanya situs yang tak akan ada kelanjutan perkembangannya. Dan rupanya saya salah besar.
Saat anda membukan web ini maka yang kini anda dapati bukan sekedar tulisan dan layar hitam layaknya mode CLI, namun lingkungan desktop sederhana dengan terminal root yang sudah membuka dan beberapa icon di desktopnya serta jam aktif di sebelah kanan atas. Untuk detail jelasnya, silakan cek saja ke TKP.

Bagikan:

Sunday, 5 June 2016

Sekedar Coretan Lalu: The Linux User

Dan akhirnya, buku ini pun tak rampung. Jadwal kerja dan kuliah yang super menjepit untuk kali ini memang saya kambing hitamkan sebagai penyebabnya. Namun, apa boleh buat? Setelah dipikir-pikir, daripada coretan ini tidak memiliki guna apa-apa jika disimpan di hardisk, lebih baik saya bagikan saja apapun keadaanya.
Ok-lah, ini nggak profesional banget. Tapi, lagi-lagi, apa boleh buat. Toh ini juga bukan buku petunjuk yang memiliki sifat wajib untuk dibaca, bukan pula buku ilmiah yang juga harus komprehensif pembahasannya, sekali lagi: sekedar coretan lama.






Sampul depan dan Belakang dengan Inkscape :-)
Saya pribadi tidak menganjurkan siapa pun untuk membaca tulisan-tulisan dalam buku ini, namun bila memang ada yang berkenan untuk membacanya, maka saya persilakan saja untuk mengunduhnya melalui tautan ini. Dan tentu saja, terima kasih! Semoga bermanfaat
Bagikan:

Monday, 9 May 2016

Hasil SNMPTN UGM 2016

Selamat, selamat dan selamat bagi adik-adik yang telah lolos SNMPTN 2016 di Universitas Gadjah Mada. Semoga kalian tidak salah pilih dan menyesal dikemudian hari, hehehe . . . terutama yang memilih satu jurusan seperti aku di Sastra Indonesia.
Untuk info lengkap siapa-siapa saja yang lolos SNMPTN 2016 di UGM silakan cek di tautan ini, siapa tahu ada nama saudara, pacar, mantan, atau inceran kamu di sana. . . hehehe

Bagikan: